Kalusugan sa Pilipinas patuloy na menjadi perhatian matapos meningkatnya beberapa penyakit di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah leptospirosis yang berkaitan dengan paparan air banjir.
Department of Health (DOH) meningkatkan pemantauan dan kegiatan di masyarakat untuk melindungi warga yang berisiko. Langkah ini dilakukan terutama di wilayah yang terdampak banjir.
Leptospirosis Naik di Beberapa Wilayah
Hingga tahun 2026, DOH mencatat 6.253 kasus leptospirosis secara nasional. Angka tersebut sebenarnya 12 persen lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2025.
Namun, kasus mengalami lonjakan dalam periode 2–15 Agustus. Tercatat 824 kasus, naik 77 persen dibanding 465 kasus pada dua minggu sebelumnya.
Karena itu, warga yang sering terkena air banjir perlu lebih waspada. Terutama jika muncul gejala setelah kontak dengan air banjir.
Kenali Gejala Leptospirosis
Leptospirosis dapat menyebabkan beberapa gejala. Di antaranya demam, sakit kepala berat, nyeri otot, menggigil, muntah, dan diare.
Mata merah dan kulit atau mata menguning juga dapat muncul. Karena itu, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala setelah terpapar banjir.
Jangan menunggu kondisi semakin parah. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penanganan yang sesuai.
Hindari Air Banjir Jika Tidak Perlu
Air banjir dapat menjadi sumber risiko kesehatan. Karena itu, masyarakat sebaiknya menghindari berjalan di genangan jika tidak diperlukan.
Selain itu, gunakan perlindungan yang sesuai saat harus membersihkan rumah setelah banjir. Luka pada kulit juga perlu dijaga agar tidak terpapar air yang tercemar.
Setelah kontak dengan air banjir, segera bersihkan tubuh dan pakaian.
Dengue Juga Tetap Dipantau
Selain leptospirosis, dengue juga masih menjadi perhatian. DOH mencatat 128.634 kasus dengue hingga periode pemantauan delapan bulan pertama 2026.
Jumlah tersebut turun 39 persen dibandingkan 209.631 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kasus kembali meningkat 9 persen pada periode 2–15 Agustus.
Karena itu, pencegahan tetap perlu dilakukan meskipun angka nasional mengalami penurunan.
Bersihkan Tempat Perkembangbiakan Nyamuk
Di Central Visayas, DOH memperkuat kampanye pencegahan dengue setelah kasus meningkat di wilayah tersebut.
Masyarakat didorong menerapkan langkah 4Ts, yaitu Taob, Taktak, Tuyo, dan Takip. Tujuannya adalah menghilangkan tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Caranya sederhana:
- Balik wadah yang dapat menampung air.
- Buang air yang menggenang.
- Keringkan area yang lembap.
- Tutup tempat penyimpanan air.
Dengan begitu, jumlah tempat berkembang biak nyamuk dapat dikurangi.
Imunisasi Anak Tetap Penting
Selain penyakit yang berkaitan dengan banjir, penyakit menular lain juga terus dipantau.
DOH melaporkan peningkatan kasus campak dan rubella pada kuartal pertama 2026. Karena itu, vaksinasi bayi dan anak tetap menjadi bagian penting dari pencegahan.
Di Negros Island Region, lebih dari 192.000 anak telah menerima vaksin tambahan campak-rubella dalam kampanye imunisasi pada September 2026.
Orang tua sebaiknya memeriksa kembali jadwal imunisasi anak. Jika ada vaksin yang terlewat, konsultasikan dengan fasilitas kesehatan.
Layanan Kesehatan Primer Terus Diperluas
DOH juga berencana memperluas layanan YAKAP bersama PhilHealth. Program tersebut akan mencakup lebih banyak layanan dan komoditas kesehatan.
Rencana tersebut mencakup layanan keluarga berencana, HIV, hipertensi, diabetes, dan kesehatan mental.
Dengan layanan primer yang lebih luas, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih dekat dengan tempat tinggal.
Pola Hidup Sehat Tetap Penting
Pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan saat terjadi wabah. Kebiasaan sehari-hari juga berperan.
Masyarakat dapat memulai dari langkah sederhana:
- Cuci tangan dengan sabun.
- Minum air yang aman.
- Jaga kebersihan rumah.
- Bersihkan genangan air.
- Gunakan perlindungan saat membersihkan banjir.
- Lengkapi imunisasi.
- Periksa kesehatan secara rutin.
- Segera berkonsultasi jika muncul gejala.
Langkah tersebut dapat membantu menjaga kesehatan keluarga.
Kesimpulan
Kalusugan sa Pilipinas terus menjadi perhatian di tengah pemantauan leptospirosis, dengue, dan penyakit menular lainnya.
Leptospirosis perlu diwaspadai setelah paparan air banjir. Sementara itu, pencegahan dengue dapat dimulai dengan membersihkan lingkungan.
Selain itu, imunisasi anak tetap penting. Pemeriksaan kesehatan juga perlu dilakukan secara rutin.
Dengan mengenali gejala dan melakukan pencegahan sejak dini, masyarakat dapat lebih siap menjaga kesehatan keluarga.
Focus keyphrase: Kalusugan sa Pilipinas
Meta description: Kalusugan sa Pilipinas: leptospirosis, dengue, imunisasi, dan layanan kesehatan terus dipantau. Kenali gejala dan cara mencegahnya sejak dini.